Menahan Amarah : Tarhib

21 Jun
  1. Marah : Gejala Lahir dan Batin

Nabi bersabda,”Jauhilah oleh kalian marah. Sesungguhnya ia adalah bara api yang menyala didalam dada anak Adam. Tidaklah engkau lihat seseorang yang sedang marah, betapa merah kedua matanya, betapa urat-urat lehernya menegang. Maka jika salah seorang dari kalian merasa henda marah,hendaklah ia berbaring atau merapat ke tanah”. (HR Muslim). Betapa tidak bagusnya penampilan (lahir) orang yang sedang marah, sehingga seseorang akan merasa malu bila ia melihat dirinya dalam keadaan sedang marah. Itu yang Nampak dari luar. Apa yang ada didalam (batin) tentu lebih parah. Gejala batin sedemikian ini akan melahirkan kedengkian serta dorongan untuk  berbuat jahat dalam segala bentuknya. Gejala lahir merupakan perwujudan dari apa yang ada dalam batin. Dan gejala lahir itu dapat berupa : umpatan, pukulan bahkan pembunuhan. Seseorang sedang marah tidak lagi dapat menguasai dirinya. Ia akan melawan kebenaran hati nuraninya serta mudah terperangkap dalam perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. Sabda Nabi, “Sesungguhnya marah itu berasal dari setan” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

  1. Makna ungkapan

Menururt Al Arbaun Nawawiyah wa Syarhuha, adalah : janganlah engkau lepaskan marahmu, (lepas tak terkendali). Larangan ini tidak ditujukan pada nafsu marah itu sendiri, karena ia merupakan tabiat kemanusiaan.

Menurut Al Ahadits al Mukhtaram, ungkapan itu mengandung dua maksud. Pertama, janganlah kemarahan itu sampai pada puncaknya, ketika rasa marah itu muncul hendaklah ditahan agar tidak berakhibat fatal. Apabila merasuki anak Adam, rasa marah akan mengarahkannya untuk berbuat atau mening   galkan sesuatu. Dan ini berbahaya, karena marah itu berasal dari setan. Kedua, pada ungkapan itu ada perintah untuk membiasakan diri dengan perilaku yang terpuji; murah hati, penyantun, rasa malu, rendah hati, pemaaf dan menahan marah. Bila terbiasakan, akhlaq-akhlaq itu akan membantunya menahan rasa marah ketika sebab kemarahan itu muncul.

  1. Di antara obat marah

Di antara obatnya adalah sebagai berikut:

  1. Istiadzah.

Sulaiman bin Shamad meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “ Sesungguhnya memohon perlindungan (istiadzah) pada Allah dari godaan setan yan terkutuk itu dapat menghilangkan marah” (Muttafaq alaih)

  1. Wdlu.

Nabi bersabda,” Sesungguhnya rasa marah itu berasal dari setan. Setan itu dari api. Sedang api itu dapat dipadamkan dengan air. Maka ketika salah seorang dari kalian marah, maka hendaklah ia berwudlu” (HR Abu Dawud)

  1. Diam.

Nabi SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam. Diucapkannya tiga kali” (HR Ahmad)

  1. Berpindah posisi.

Dari Abu Dzar bahwasanya Nabi SAW bersabda,”Jika salah seorang dari kalian marah sedangkan ia dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, rasa marah akan hilang darinya, Jika tidak, hendaklah ia berbaring” (HR Abu Dawud)

note:

ditulis oleh Patria Handung Jaya (09004503) kelas A untuk memenuhi matakuliah Sertifikasi III

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: